*LDNU Cilegon Hidupkan Kembali Keagamaan Di Tengah Arus Modernisasi*

CILEGON –geloraindonesianews.com

Di tengah pesatnya laju modernisasi, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Cilegon berupaya membangkitkan kembali tradisi keislaman Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) yang dirasa mulai memudar. Salah satu inisiatif penting yang digalakkan adalah kembali digelarnya Istighosah dan Hirzul Jausyan Ahad Legi.

Langkah ini sejalan dengan program kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon yang telah dicanangkan dalam Musyawarah Kerja (Musker) I Tahun 2025 ini.

Kegiatan Istighosah dan Hirzul Jausyan Ahad Legi ini dijadwalkan berlangsung setiap bulan. Pelaksanaan pada hari Minggu, 13 Juli 2025, di wilayah Kecamatan Jombang persisnya di Kependilan baru merupakan kali kedua sejak program ini digulirkan.

Ade Wahyudi, salah satu Pengurus LDNU Kota Cilegon, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar program ini terus berlanjut dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lembaga di bawah naungan PCNU, termasuk Badan Otonom dan lembaga terafiliasi lainnya.

“Alhamdulillah, Istighosah dan Hirzul Jausyan Ahad Legi berjalan lancar. Ini merupakan yang kedua kalinya. Tentunya kami berharap, kegiatan ini terus mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal), agar program kerja LDNU terealisasi dengan baik,” ujar Ade.

Senada dengan itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Cilegon, H. Erick Rebiin, menegaskan pentingnya LDNU untuk terus bergerak sesuai program yang telah dicanangkan. Ia menekankan perlunya membangkitkan nilai dan tradisi Aswaja seiring dengan kemajuan zaman, serta mengkoneksikan program-program LDNU dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada.

“Istighosah dan Hizrul Jausyan adalah kegiatan yang perlu terus diperkuat dan dilakukan secara konsisten oleh LDNU. Lembaga ini menjadi bagian dari terealisasinya program-program PCNU Kota Cilegon utamanya berkaitan dengan urusan keumatan,” kata Erick.

Tidak hanya LDNU, H. Erick Rebiin juga menyerukan agar seluruh lembaga di bawah naungan PCNU Cilegon, termasuk Badan Otonom, bersinergi dan mensinkronkan program-program mereka baik dengan lembaga internal maupun eksternal. Tujuannya adalah agar “ruh santri” di kota industri ini dapat kembali hidup.

Selain itu, Ketua Tanfidziyah juga mendorong LDNU untuk segera mendata dan melaporkan nama-nama kyai serta ustadz yang memiliki kemampuan berdakwah untuk didistribusikan ke setiap masjid sebagai syiar Islam.

“Bukan hanya mampu mendistribusikan para pendakwah hebat, LDNU juga memiliki program bedah masjid/mushola. Maka, segera lakukan pendataan agar masjid-masjid maupun mushola yang memerlukan renovasi bisa terbantu,” tambahnya.

Tak luput dari rasa terimakasih dalam acara kesempatan kali ini ,seluruh panitia LDNU menambahkan ucapan terimakasih kepada *Babay suhaemi* selaku pemilik tempat untuk menyediakan tempat, serta tambahan jamuan yang sediakan oleh beliau.

Terakhir, Erick Rebiin menyoroti pentingnya menyiapkan generasi penerus NU sejak dini oleh semua lembaga dan Badan Otonom. Mengingat pengaruh teknologi yang begitu kuat terhadap kehidupan umat uslam saat ini, khususnya generasi muda, yang berpotensi memiliki implikasi negatif terhadap kegiatan positif seperti mengaji.

Oleh karena itu, NU Kota Cilegon harus bangkit untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT.

Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris PCNU Kota Cilegon, perwakilan lembaga, Banom, Banser dan Himasal.

#Red Akmal A.R S.H

Tinggalkan Balasan