GeloraIndonesiaNews.Com
Lampung Selatan – Penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lampung Selatan terhadap deretan kafe remang-remang di sepanjang jalan depan gerbang Tol Natar, Desa Bumisari, kembali menuai sorotan tajam. Pasalnya, meski razia telah dilakukan, aktivitas hiburan malam di lokasi tersebut tetap berjalan tanpa hambatan.
Pantauan awak media pada Senin dini hari (27/4/2026) sekitar pukul 01.00 WIB menunjukkan sejumlah kafe masih ramai beroperasi. Lampu temaram, pemandu lagu (PL), hingga dugaan peredaran minuman beralkohol masih menjadi pemandangan yang tidak berubah dari sebelumnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kafe milik Subur/Erna yang diduga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Tidak terlihat adanya tindakan nyata yang mampu menghentikan operasional tempat tersebut secara permanen.
Situasi ini memunculkan anggapan kuat di tengah masyarakat bahwa razia yang dilakukan hanya sebatas formalitas untuk meredam sorotan publik, bukan sebagai langkah serius dalam penegakan aturan. Penertiban yang datang sesaat lalu menghilang tanpa tindak lanjut justru dinilai membuka ruang bagi pelaku usaha untuk kembali beroperasi dengan leluasa.
Bahkan, warga menduga adanya pola yang sudah sangat familiar: tutup sementara saat petugas datang, lalu buka kembali setelah kondisi dianggap aman. Jika pola ini terus dibiarkan, maka penegakan hukum hanya menjadi tontonan tanpa hasil nyata.
Ketiadaan langkah tegas seperti penyegelan, pencabutan izin usaha, maupun sanksi administratif semakin memperkuat kesan bahwa aparat belum benar-benar serius menangani persoalan ini. Wibawa penegakan Peraturan Daerah pun dipertanyakan.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dan aparat terkait untuk tidak bermain setengah hati. Jika keberadaan kafe remang-remang memang dianggap melanggar aturan dan meresahkan lingkungan, maka penindakan harus dilakukan secara tegas, konsisten, dan tanpa kompromi.
Jika tidak, maka publik berhak bertanya: apakah razia ini benar-benar untuk menegakkan aturan, atau hanya sekadar pertunjukan sesaat yang akhirnya dilupakan?
( Tim Redaksi )













