Lampung Tengah – (GIN) – Milyaran Dana Bos SMPN 1 Terbanggi besar dari tahun 2023-2025, untuk realisasinya diduga di mark-up di beberapa komponen dan praktik pungli dengan modis buku LKS/sejenisnya.
Menurut informasi data dan pantauan tim investigasi, SMPN 1 Terbanggi Besar tahun 2023-2025 tahap 1, mendapatkan kucuran Dana BOSP sebesar Rp 2.499.220.000 dalam realisasi anggaran ada beberapa komponen yang diduga di mark-up anggarannya.
Seperti pada komponen:
a.. Pengembangan Perpustakaan dan/atau layanan pojok baca, sebesar Rp 201.359.000.
b.. pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan,
Rp 97.773.100.
c.. langganan daya dan jasa,
Rp 150.378.800.
d.. pemeliharaan sarana dan prasarana,
Rp 301.196.200.
e.. Pembayaran honor, Rp 506.060.000.
Lima komponen tersebut kuat dugaan adalah modus oknum kuasa pengguna anggaran yang berinisial (AS) bersama beberapa stafnya, karena tidak sesuai fakta.
Tim investigasi sudah berusaha baik dengan berkunjung ke sekolah ataupun melalui telepon/pesan Whatsapp melalui nomor, 0821-8695-XXXX namun tidak ada respon dari kuasa pengguna anggaran/kepala sekolah.
Tidak hanya Dana BOSP saja, menurut beberapa Narasumber murid yang tidak mau namanya ditulis, bahwa mereka diharuskan untuk membeli buku LKS/sejenisnya setiap semester, dengan harga dalam satu paket buku tersebut adalah Rp 165.000. perpaket, persemester, permurid.
Padahal semua buku tersebut sudah di cover pemerintah melalui Dana BOSP tepatnya di Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca, itupun selalu dianggarkan oleh SMPN 1 Terbanggi Besar, yaitu pada tahun 2023 dianggarkan:
tahap 1 Rp 50.379.800, tahap 2 Rp 54.090.000.
tahun 2024 dianggarkan:
tahap 2 Rp 49.624.200.
Dan tahun 2025:
tahap 1 Rp 47.265.000, dengan jumlah dana Rp 201.359.000.
Juga pada komponen pembayaran honor pada tahun 2023 adalah:
tahap 1 Rp 114.378.000, tahap 2 Rp 87.000.000.
Tahun 2024 sebesar:
tahap 1 Rp 81.344.000, tahap 2 Rp 92.838.000.
Dan pada tahun 2025 adalah:
tahap 1 Rp 100.500.000, dengan jumlah dana Rp 506.060.000.
Padahal guru honor yang sudah Terima SK ada 15 orang, sedangkan guru honor 9 orang, realisasi dana BOSP SMPN 1 Terbanggi Besar menjadi sorotan.
Pada saat tim berkunjung ke sekolah, beberapa staf mengatakan terkait buku itu urusan buk Wiwik, saat ini buk Wiwik sudah pindah di dinas PMK.
Sampai ditayangkan berita ini, pihak sekolah belum bisa dikonfirmasi baik secara langsung juga melalui telepon/pesan Whatsapp.(Red)













